Mikrobakteri MA-11 merupakan bakteri dekomposer seperti EM4, akan tetapi bakterinya diklaim lebih agresif, sehingga proses penguraian bahan organik bisa berjalan lebih cepat.

Apakah mikrobakteri MA-11 lebih bagus?

Pada tulisan ini, saya akan membagikan analisa yang sudah saya lakukan, bukan analisa lab, akan tetapi pengamatan terhadap beberapa point yang mungkin bisa sebagai tolak ukur.

Point pertama adalah saya melakukan pengamatan terhadap gelembung gas yang dihasilkan, seberapa cepat gelembung gas terlihat pada airlock media penyimpanan, dan seberapa sering gelembung gas tersebut keluar.

Kenapa gelembung gas bisa menjadi parameter penguji?

Gelembung gas dihasilkan dari aktivitas bakteri pengurai pada pupuk organik cair. Jadi semakain banyak dan cepat gelembung gas yang dihasilkan, maka bisa disimpulkan bakteri pengurainya bekerja lebih cepat pula.

Point kedua adalah dengan mengukur PPM (kepekatan larutan) pada pupuk yang dihasilkan menggunakan TDS meter.

Kenapa kepekatan larutan pada pupuk organik cair bisa berbeda, padahal dibuat dari bahan-bahan yang sama?

Barangkali ini bisa didapatkan dari nilai unsur NPK dan unsur lainnya pada pupuk organik cair yang terus berubah.

Unsur hara Nitrogen dan unsur hara lainnya yang mudah menguap, akan terus berkurang (grafik menurun) dari hari pertama sampai seterusnya, akan tetapi unsur hara P dan K, grafiknya akan naik (Terus bertambah) dari hari pertama dan seterusnya, biasanya sampai minggu ke-3 sampai minggu ke-6.

Jadi, jika bakterinya bekerja lebih cepat, maka penguraian bahan-bahan organik juga berjalan lebih cepat, sehingga unsur hara P & K bisa lebih cepat dilepaskan.

Inilah yang menyebabkan PPM pada larutan pupuk organik cair yang akan kita uji bisa berbeda, walaupun dibuat dari bahan organik yang saya, dan diuji pada hari yang sama pula.

Metode pengujian yang saya lakukan yakni dengan membuat campuran pupuk organik dari bahan-bahan yang sama, kemudian saya pisahkan kedalam dua media penyimpanan. Masing-masing media penyimpanan saya berikan mikrobakteri pengurai yang berbeda.

Untuk bakteri dekomposer yang saya gunakan sebagai pembanding bukan EM-4, akan tetapi berani saya simpulkan, bakteri ini lebih bagus dari EM-4, maaf saya tidak bisa sebutkan merk, karena masih beredar terbatas, bakteri ini yang biasa kami gunakan di Lombok Organik.

Berikut adalah video proses dan hasil penujian pupuk organik cair untuk mengetahui apakah mikrobakteri ma-11 lebih lebih bagus atau tidak.

Pengujian mikrobakteri MA-11 untuk mengetahui bakteri mana yang lebih bagus.

Hasil dan Kesimpulan Mikrobakteri MA-11 Lebih Bagus?

Dari pengamatan yang saya lakukan berdasarkan dua parameter yang sebutkan diatas, hasilnya adalah mikrobakteri MA-11 lebih bagus dibandingkan dengan bakteri pembanding dalam kecepatan mengurai bahan organik dan kepekatan nutrisi yang dihasilkan.

Gelembung gas sudah keluar setelah 3 jam ke-atas, dan botol yang dicampurkan dengan bakteri MA-11 lebih banyak dan cepat mengeluarkan gas.

Sementara untuk kepekatan larutan, perbedaannya hampir 1000 PPM, dibandingkan dengan larutan POC yang menggunakan bakteri pembanding.

Demikian hasil percobaan untuk mengetahui apakah benar mikrobakteri MA-11 lebih bagus, jika ada yang kurang jelas dan ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk meninggalkan pesan Anda pada kolom komentar, terimakasih, salam organik, lombok organik.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik