Cara membuat zat perangsang tumbuh (ZPT) dari lidah buaya dan air kelapa, dimana bahan-bahan ini banyak mengandung hormon auksin, sitokinin dan giberelin.

Hormon-hormon ini berfungsi membantu mempercepat pertumbuhan batang, akar dan daun, membantu proses perkecambahan, sangat dibutuhkan oleh tanaman ketika masa generatif, seperti mencegah rontoknya buah dan membantu tanaman dalam proses pembuahan tanpa penyerbukan, dan beberapa manfaat penting lainnya.

Air kelapa mengandung hormon sitokinin sementara Lidah buaya mengandung hormon auksin dan giberelin.

Fungsi Hormon Auksin

  • Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
  • Mempercepat proses perkecambahan
  • Membantu proses pembelahan sel
  • Mencegah kerontokan buah
  • Mengurangi biji dalam buah
  • Mempercepat proses pemasakan buah

Fungsi Hormon Sitokinin

  • Membantu proses pembentukan akar dan cabang akar.
  • Mengatur pertumbuhan daun dan pucuk
  • Mengatur pembentukan bunga dan buah
  • Menghambat proses penuaan pada tanaman

Fungsi Hormon Giberelin

  • Merangsang pembentukan serbuk sari
  • Memperbesar ukuran buah
  • Merangsang pembentukan bunga
  • Pada konsentrasi tertentu juga bisa merangsang pembentukan akar
  • Jika diberikan pada tumbuhan kerdil, maka tanaman tersebut akan normal kembali.

Alat dan Bahan

Selain lidah buaya dan air kelapa, berikut adalah bahan lain yang dibutuhkan untuk membuat zat perangsang tumbuh atau zat pengatur tumbuh (ZPT).

  • 5 Tutup Botol Molase (Tetes Tebu) atau bisa diganti dengan Gula Merah atau Gula Pasir 50gram.
  • Lidah Buaya 400gram
  • Air Kelapa 500ml
  • Blender Untuk Menghaluskan Bahan (Atau boleh juga dengan cara ditumbuk untuk menghaluskan)
  • Botol Air Mineral Ukuran Besar
  • MOL atau EM4

Cara Pembuatan

Pertama haluskan bahan menggunakan blender, masukkan lidah buaya dan air kelapa kedalam blender kemudian dihaluskan. Jika menggunakan gula merah, haluskan gula merah menggunakan air panas. Panaskan air sedikit saja, tidak lebih dari 100ml, lalu masukkan gula merah, kemudian aduk sampai mencair.

Setelah gula merahnya dingin, masukkan kedalam campuran air kelapa dan gula merah yang sudah diblender. Aduk sampai rata, atau bisa juga dengan memasukkannya kembali kedalam blender agar benar-benar homogen.

Jika Anda menghaluskan bahan dengan cara ditumbuk, tumbuk bahan sampai benar-benar halus, semakin halus bahannya, akan semakain bagus pula ZPT yang dihasilkan.

Langkah Berikutnya, masukkan EM4 satu tutup botol sebagai aktivatornya. Atau jika anda pernah membuat pupuk organik cair (POC) sebelumnya, anda bisa menggunakan pupuk organik tersebut menggantikan EM4. Anda bisa menambahkan 50ml POC.

Aduk kembali semua bahan sebelum dimasukkan kedalam botol air mineral ukuran besar yang sudah disiapkan.

Simpan selama 14 hari sebelum digunakan. PASTIKAN Anda membuka tutup botol setiap 2 kali sehari untuk membuang gas sisa permentasi. Jika tidak anda lakukan, pengalaman kami, botol akan pecah, atau ZPT akan keluar dari celah tutup botol

Untuk lebih jelasnya, berikut kami sertakan video cara membuat zat perangsang tumbuh, atau zat pengatur tumbuh (ZPT) dari Channel Youtube Lombok Organik.

Aplikasi Pada Tanaman

Aplikasi bisa dengan cara disemprotkan, atau bisa juga dikocor ke media tanam dengan perbandingan 1:20 (1 gelas ZPT berbanding 20 Gelas Air). Untuk hasil yang lebih maksimal bisa dengan cara kedua-duanya tapi diselang seling. Aplikasi 1-2 kali minggu.

Selain itu ZPT bisa digunakan untuk merendam biji sebelum disemaikan, untuk membantu proses perkecambahan, bisa juga dioleskan batang yang akan dicangkok atau distek

Itu dia cara membuat zat perangsang tumbuh (ZPT), jika masih ada yang kurang jelas dan ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk meninggalkan pesan Anda pada kolom komentar.