Kompos daun bambu adalah daun bambu kering yang sudah mengalami pelapukan, bisa didapatkan melimpah disekitar area rumpun bambu.

Unsur hara yang banyak dikandung oleh daun bambu adalah Phosfor (P) dan Kalium (K), unsur hara makro primer yang yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah yang bayak. Karena kandungan hara P dan K pada daun bambu terbilang cukup tinggi, sehingga sangat bagus sekali dijadikan sebagai campuran kompos pada media tanam.

Daun bambu memiliki kandungan zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino vitamin, mikro elemen, fosfor, dan kalium (Purwono 2007).

Unsur hara penting lainnya yang dikandung oleh daun bambu adalah Silika (Si). Bagi Anda yang sering ke toko pertanian untuk membeli pupuk, Anda pasti pernah melihat pupuk silika yang dijual secara khusus.

Silika merupakan salah satu unsur hara yang sangat penting untuk tanaman, walaupun memang bukan termasuk dalam unsur hara esensial (unsur hara yang perannya tidak bisa digantikan). Silika masuk dalam katagori unsur hara fungsional, unsur hara yang diperuntukkan untuk tanaman tertentu saja seperti Padi dan Tebu.

Beberapa manfaat penting dari unsur hara ini adalah dapat meningkatkan ketahanan tanaman dalam melawan serangan hama penyakit, bisa memperkokoh batang tanaman, dan memperpanjang masa simpan buah tanaman agar tidak mudah busuk.

Manfaat lain dari Kompos Daun Bambu

Setelah mengetahui kandungan unsur hara pada kompos daun bambu bisa kita simpulkan bahwa daun bambu bisa membantu menambah kesuburan media tanam.

Selain untuk kesuburan media tanam, ternyata pada kompos daun bambu terdapat biang jamur seperti trikoderma, jamur antagonis yang bisa membantu melawan berbagai jenis jamur patogen pada media tanam.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan jamur trikoderma, anda bisa memancing jamur tersebut di area sekitar perakaran rumpun bambu.

Akar daun bambu juga merupakan media yang sangat efekti untuk membiakkan Rizokbakteri PGPR, salah satu bakteri sahabat petani, lebih jauh tentang bakteri PGPR pernah saya bahas pada tulisan berikut, Manfaat Rizokbateri PGPR

Terdapat juga berbagai jenis microba baik lainnya yang bisa membantu mempercepat proses penguraian bahan-bahan organik.

Daun bambu juga baik digunakan sebagai alternatif pengganti plastik mulsa. Dibandingkan dengan menggunakan serbuk kayu sebagai pengganti mulsa, daun bambu memiliki kelebihan lain yakni tidak membawa jamur patogen yang bisa membahayakan kesehatan tanaman.

Demikian semoga informasi tentang manfaat dari daun bambu ini bermanfaat, jika ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan lebih jauh, jangan sungkan untuk meninggalkan pesan Anda pada kolom komentar, salam organik, lombok organik.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik