Pada tulisan ini, saya akan berbagi pengalaman pribadi, keracunan hidrogen peroksida (h2o2) saat melakukan penyemprotan tanaman tomat.

Pada blog/website lombok organik ini, sebelumnya pernah beberapa kali saya membuat postingan terkait dengan penggunaan h2o2 untuk tanaman.

Hidrogen perosida dibuat memang bukan untuk tanaman, walaupun kita ketahui memiliki manfaat yang banyak sekali jika diaplikasikan pada tanaman.

Bagi Anda yang belum membaca postingan terkait h2o2, silahkan baca pada postingan melalui link dibawah berikut.

H2O2 merupakan bahan kimia anorganik yang biasa digunakan dalam dunia medis untuk membersihkan luka, atau digunakan untuk membersihkan perlatan-peralatan medis.

Beberapa waktu lalu, saya mengalami sebuah kejadian, sebenarnya terjadi karena kesalahan saya sendiri.

Saya keracunan hidrogen peroksida setelah melakukan penyemprotan tanaman tomat.

Sekitar jam 10 pagi, saya melakukan penyemprotan dengan tangki semprot 15 liter air pada tanaman tomat, saya larutkan 15-20 ml H2O2 50%.

Dua jam setelahnya, ada perasaan tidak nyaman pada perut dan kepala sedikit pusing. Saya belum sadar kalau penyebabnya adalah h2o2 tersebut.

Saya pun mencoba istirahat dan tertidur, berharap kondisi badan bisa kembali normal. Akan tetapi setelah bangun, kepala saya bertambah pusing, dan perut juga semakin tidak bersahabat.

Saya mulai curiga, karena tidak biasanya tubuh saya berasa seperti kondisi tersebut. Dan orang-orang dirumbah juga tidak ada yang mengalami hal yang sama, berarti bukan dari makanan, sehingga saya simpulkan mungkin karena hidrogen peroksida.

Perut sudah tidak bisa menahan mual, muntah berkali-kali, setiap masuk makanan atau minuman, muntah lagi. Saya coba minum air kelapa dan susu, tapi tidak terlalu membantu.

Akhirnya saya dipanggilkan petugas kesehatan dan diberikan suntikan dan obat. Sorenya memang kondisi badan sudah mulai membaik, akan tetapi perut masih belum stabil, sendawa sering sekali, nafsu makan hilang sampai berhari-hari.

Kenapa Saya Bisa Keracunan H2O2?

Pertama, karena saya tidak menggunakan masker. Seharusnya saat kita melakukan penyemprotan tanaman, walaupun menggunakan bahan-bahan organik sekalipun, seharusnya kita menggunakan masker untuk melindungan agar tidak terhirup dan masuk ke tubuh.

Saya lalai dan tidak memperhatikan arah angin. Ketika kita melakukan penyemprotan tanaman, kita perlu memperhatikan arah angin, agar kita tidak tepapar langsung oleh pestisida yang kita semprotkan ke tanaman.

Pengalaman ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman yang lain. Saya pernah beberapa kali melakukan penyemprotan dengan PSB dan POC, walaupun terpapar tidak ada efek langsung.

H2O2 memang tidak berbahaya, dan tidak meninggalkan residu yang bisa merusak lingkungan, akan tetapi jika masuk kedalam badan, bisa berakibat kurang menyenangkan.

Jadi, selalu berhati-hati jika menggunakan bahan-bahan kimia, terutama pestisida kimia atau racun-racun kimia lainnya.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik