Jika memiliki pekarangan di depan rumah, dan ingin membudidayakan tanaman secara organik, bagi yang hidup di daerah perkotaan, dan hanya memiliki sumber air dari perusahaan air minum (PDAM/PAM), Anda harus memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.

Air PDAM mengandung kaporit, sengaja ditaburkan secara berkala, untuk menjaga air tetap terbebas dari kuman dan bakteri. Tapi sayangnya kaporit tidak hanya membunuh kuman dan bakteri berbahaya, akan tetapi jika Anda siramkan ke tanah, juga bisa membunuh micro organisme, cacing tanah, dan mahluk hidup kecil lainnya yang ada di dalam tanah.

Karena bertani secara organik, tidak hanya fokus menyediakan unsur hara lengkap bagi tanaman, akan tetapi terciptanya ekosistem alami yang ada di dalam tanah tersebut.

Air PAM tidak akan membunuh tanaman Anda, apalagi jika anda mengelola tanaman anda secara konvensional dengan pupuk kimia dan pestisida kimia, tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Untuk menghilangkan, atau menetralisir kandungan zat kaporit pada air PDAM, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Pertama, menetralisir air PDAM menggunakan penyaring air PDAM. Alat ini tersedia banyak di toko, anda bisa membelinya sesuai kebutuhan Anda. Kedua menetralisir air PAM menggunakan cairan/cristal anti klorin.

Cairan atau Kristal anti klorin ini bisa Anda dapatkan dengan harga murah, berkisar Rp.7000,- sampai Rp. 15 ribu satu botol. Caranya cukup teteskan satu sendok teh (5ml) untuk menetralkan racun kaporit 25 liter air PDAM. Setelah diaduk rata, air sudah bisa digunakan untuk menyiram tanaman.

Cara ketiga, dengan menyimpan air di dalam wadah dan didiamkan selama 2-7 hari untuk mengendapkan kaporit sebelum digunakan. Cara ini tidak membutuhkan biaya lebih, hanya butuh media penyimpanan, dan waktu yang cukup lama, sebelum air PAM bisa digunakan.

Keempat, menggunakan daun ketapang untuk menormalkan PH air dan menyerap racun pada air. Cara penggunaannya, rebus terlebih dahulu daun ketapang, kemudian dijemur sampai kering.

Setelah kering, celupkan daun ketapang ke dalam penampungan air PDAM, kemudian didiamkan satu-sampai dua malam, sebelum air bisa digunakan.

Itu dia sekilas pembahasan tentang menyiram tanaman menggunakan air PDAM/PAM, memang tidak berbahaya bagi tanaman, tapi jika Anda adalah seorang penggiat pertanian organik, Anda dituntut untuk menetralkan air PDAM tersebut sebelum diaplikasikan ke tanaman.

Karena pertanian secara organik tidak hanya fokus ada tanaman, tapi juga fokus pada tanah tempat tanaman tersebut tumbuh. Terimakasih, Wassalam