Jika memiliki pekarangan di depan rumah, dan ingin membudidayakan tanaman secara organik, bagi yang hidup di daerah perkotaan, dan hanya memiliki sumber air dari perusahaan air minum (PDAM/PAM), Anda harus memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.

Air PDAM mengandung kaporit atau dalam istilah kimia disebun Klorin, sengaja ditaburkan secara berkala, untuk menjaga air tetap terbebas dari kuman, virus dan bakteri.

Tapi sayangnya kaporit tidak hanya membunuh kuman dan bakteri berbahaya, akan tetapi jika Anda siramkan ke tanah, juga bisa membunuh micro organisme, cacing tanah, dan mahluk hidup kecil lainnya yang ada di dalam tanah.

Saat melakukan pemupukan menggunakan pupuk organik cair misalnya, dan Anda melarutkan POC kedalam air yang mengandung klorin, maka bakteri baik dan mikroba aktif di dalam POC tersebut akan mati.

Maka tujuan pertanian organik untuk mengembalikan kondisi biologi tanah akan sulit tercapai jika mikrobanya sudah mati duluan sebelum sampai ke tanah.

Hampir semua pupuk dalam pertanian organik, baik padat maupun cair, melibatkan bakteri, dan microorganisme.

Sehingga klorin pada Air PAM harus dinetralkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Untuk menghilangkan, atau menetralisir kandungan zat kaporit pada air PAM, ada 5 cara mudah yang bisa anda lakukan, lihat dalam tulisan berikut ini. 5 Cara menghilangkan kaporit air PAM.

Tonton Juga Video 4 Cara Menetralkan Klorin Pada Air PAM

Apakah air PAM aman untuk tanaman Anda?

Air PAM tidak akan membunuh tanaman Anda, apalagi jika Anda mengelola tanaman secara konvensional dengan pupuk kimia dan pestisida kimia, tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Malahan bisa membantu membunuh patogen dan bakteri jahat di dalam media tanam yang sering disiram dengan air PAM.

Tapi, apakah Anda yakin masih ingin bertanam menggunakan pupuk dan pestisida berbahan kimia sintetis berbahaya?

Dan apakah Anda yakin masih ingin mengkonsumsi hasil pertanian konvensional saat ini?

Kondisi sawah dan perkebunan sekarang, hampir tidak jauh berbeda dengan kondisi Rumah sakit, sama-sama dipenuhi oleh Bau Obat.

Coba saja sesekali pergi ke sawah yang ditanami kol, cabai, tomat, bawang, brokoli dan beberapa jenis tanaman lainnya, bau obat dan pestisida bergitu menyengat.

Hilang sudah fantasi masa kecil, lari di pematang, menangkap belalang, bermain lumpur, dan aktivitas seru lainnya.

Sudah banyak penelitian menunjukkan bahwa, aplikasi pupuk, pestisida dan herbisida kimia menjadi penyebab berbagai penyakit serius seperti kanker, penururan daya tahan tubuh, masalah reproduksi, penyakit ginjal, dan beberapa penyakit berbahya lainnya.

Mungkin Anda pernah mendengar, kisah di salah satu provinsi Sri Lanka Utara Tengah.

Provinsi ini terkenal dengan pertaniannya, ada begitu banyak varietas unggul di provinsi ini.

Tapi setelah mulai menerapkan pertanian menggunakan sistem pertanian berbahan kimia, awalnya memang terjadi peningkatan hasil panen.

Tapi kemudian muncul penyakit Ginjal aneh yang diderita hampir 400.000 warganya, atau hampir 1/3 dari penduduk provinsi tersebut.

Disebut aneh karena pada saat itu tahun 1979 penyakit ginjal ini langka terjadi di daerah tersebut.

Akhirnya pemerintah Sri Langka memutuskan untuk mengurangi penggunaan pestisida berbahan kimia berbahaya.

Silahkan kunjungi situs berikut untuk informasi lebih lengkanya. http://modernfarmer.com/2017/07/the-killing-fields/

Itulah sekilas tentang penggunaan air PAM untuk menyiram tanaman, kesimpulan yang bisa diambil adalah, air PAM tidak berbahaya bagi tanaman, tapi jika ingin bertani secara organik, maka kandungan Klorin pada PAM perlu dinetralkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik