PH tanah yang terlalu rendah, sering menjadi masalah dalam pertanian organik, berikut adalah cara menetralkan PH tanah dengan kapur dolomit.

Tanah yang terlalu masam bisa menghambat pertumbuhan tanaman karena tanaman tidak bisa menyerap nutrisi pada tanah yang PH nya terlalu rendah.

Untuk mengetahui tingkat keasaman tanah, Anda bisa menggunakan PH meter. Akan tetapi jika Anda tidak memilikinya, ada beberapa ciri tanah masam, Pertama banyak tanah ditumbuhi lumut dipermukaannya, ada lapisan seperti karat besi, biasanya terlihat pada genangan air, atau tanah yang basah, ciri yang lain adalah bau busuk pada tanah.

Kapur dolomit mampu menaikkan PH tanah, sehingga bisa menjadi solusi untuk menetralkan PH tanah.

Selain menetralkan tanah yang masam, kapur dolomit memiliki beberapa manfaat lainnya seperti mengandung unsur hara makro sekunder kalsium (Ca) dan magnesium (Mg), sehingga sekaligus bisa menjadi pupuk bagi tanaman.

Mampu menetralkan senyawa beracun pada tanah, menjadikan tanah lebih gembur, sehingga microorganisme bisa berkembang lebih baik, dan penetrasi akar menjadi lebih maksimal.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan rendahnya PH pada tanah.

  1. Curah hujan yang tinggi. Pada pertengahan musim hujan biasanya tanah menjadi lebih asam karena banyak unsur hara pada tanah yang sudah hanyut bersama hujan. Jika unsur hara pada tanah berkurang, maka tanah menjadi lebih masam.
  2. Tanah lebih masam pada daerah yang terlindung, tidak terkana oleh sinar matahari.
  3. Tanah yang terlalu lembab dan tergenang air berpotensi memiliki PH yang rendah.
  4. Pemupukan yang terlalu sering menggunakan pupuk organik bisa menjadikan tanah menjadi lebih masam. Pupuk kimia seperti Urea, ZA, Kcl, amonium sulfat dan beberapa jenis pupuk nitrogen bisa menyebabkan tanah menjadi masam.

Cara Tradisional Cek PH Tanah Menggunakan Kunyit

Selain menggunakan PH meter, ada cara yang sudah biasa dilakukan oleh para orang tua kita dahulu yakni dengan menggunakan kunyit.

Caranya ambil kunyit seukuran jempol tangan, kemudian belah kunyit tersembut menjadi dua bagian. Langkah selanjutnya ambil sampel tanah dari area pertanian, caranya ambil sampel tanah dari 4 penjuru, ditambah satu bagian pada tengah lahan.

Campurkan ke-5 sampel tanah tersebut, aduk secara merata dan basahi dengan air, kemudian masukkan potongan kunyit, benamkan kedalam campuran tanah dan tungggu selama 30 menit.

Jika kunyit berubah warna menjadi lebih pucat maka dipastikan tanah memiliki PH rendah lebih rendah dari 7. Jika tidak terjadi apa-apa, maka PH tanah normal, dan jika kunyit berubah menjadi biru, maka PH terlalu tinggi diatas 7 (basa).

Aplikasi Kapur Dolomit

Menetralkan PH tanah dengan kapur dolomit caranya sangat mudah, cukup taburkan kapur dolomit secara merata pada bagian permukaan tanah, kemudian diaduk sampai merata, Anda bisa memeriksa kenaikan PH dengan menggunakan PH meter.

Jika tidak memiliki PH meter, Anda bisa tambahkan sedikit demi sedikit, atau bisa menggunakan cara tradisional seperti yang disebutkan seblumnya.

Anda juga bisa kocorkan langsung pada tanaman media tanamnya terindikasi memiliki PH yang rendah, dengan cara dilarutkan terlebih dahulu.

Kapur dolomit ini juga bagus diaplikasikan pada kohe ternak seperti sapi, kambing dan ayam saat akan memfermentasi kotoran hewan tersebut agar hasil fermentasinya lebih bagus

Tanah yang diberikan kapur dolomit bagus digunakan setelah tercampur selama 7 hari.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik