Cara membuat zat pengatur tumbuh alami (ZPT) dari bonggol pisang dan air kelapa. Dalam sebuah laporan jurnal ilmiah, kedua bahan ini mampu menumbuhkan biji kemiri sunan terbaik dibandingkan dengan bahan lainnya seperti, umbi bawang merah dan rebung bambu.

Kita biasa mengenal beberapa jenis hormon ZPT seperti auksin, sitokinin dan giberelin, walaupun sebenarnya ada banyak jenis hormon pengatur tumbuh lainnya.

Mungkin anda tertarik membaca:

Bonggol pisang dan rebung bambu, adalah sumber hormon sitokinin alami. Hormon ini merupakan salah satu ZPT yang berperan dalam pembelahan sel. Sitokinin biasanya bekerja bersama-sama dengan hormon auksin.

Apabila konsentrasi hormon sitokinin lebih besar dibandingkan dengan auksin, maka akan terlihat pertumbuhan tunas dan lebih dominan, sebaliknya jika hormon auksin lebih dominan, maka akan menstimulasi pertumbuhan akar pada tanaman.

Sitokinin juga bekerja sama dengan hormon giberelin dalam peristiwa pemecahan dormansi biji.

Video Cara Membuat zat pengatur tumbuh dari bonggol pisang dan air kelapa.

Video dari channel youtube lombok organik, cara membuat zpt alami dari bonggol pisang dan air kelapa.

Alat dan Bahan

  1. Bonggol pisang 1 kg
  2. Air Kelapa 1500 ml
  3. Bakteri Pengurai (Bisa menggunakan EM4, MA-11, dll)
  4. Gula Merah
  5. Media Penyimpanan Kedap Udara

Bakteri pengurai yang digunakan pada video di atas adalah MA-11. Takaran yang dipakai adalah 1/2 tutup botol. Gula merah dicairkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan. Takaran yang digunakan adalah 3 tutup botol bakteri MA-11.

Air Kelapa yang digunakan usahakan dari kelapa muda, tapi yang sudah agak tua. Jika tidak tersedia, paling tidak gunakan kelapa yang kulit kelapanya belum kering.

Cara Pembuatan

Haluskan bonggol pisang, dengan cara ditumbuk. Karena keras, Anda tidak bisa menggunakan blander untuk menghaluskan bonggol pisang.

Setelah selesai ditumbuk, selanjutnya campurkan air kelapa, 1/2 tutup botol bakteri pengurai MA-11/EM4, dan 3 tutup botol gula merah, kemudian aduk sambil diremas-remas sebentar.

Selanjutnya tutup rapat, dan simpan selama 7-14 hari sebelum digunakan. Buka tutup media penyimpanan setiap hari untuk membuang gas sisa permentasi.

Aplikasi Pada Tanaman

Takaran yang digunakan adalah 40-100 ml : 1000 ml air. Aplikasi pada biji dan stek batang tanaman bisa dengan cara direndam untuk mempercepat pertumbuhan tunas dan akar pada stek batang tanaman.

Bisa juga dengan cara di sprey ke batang dan daun tanaman, bisa juga dikocor langsung ke media tanam.

Untuk hasil lebih baik, bisa dikombinasikan dengan pupuk organik lainnya seperti asam amino, atau POC lainnya. Aplikasi bisa diberikan 1 kali dalam seminggu, jika digunakan sebagai pupuk.

Link PDF jurnal ilmiah, penelitian untuk mengetahui pengaruh aplikasi berbagai jenis ZPT alami terhadap pertumbuhan Kemiri Sunan: Download

Demikian, semoga bermanfaat, jika ada yang masih kurang jelas, jangan sungkan untuk meninggalkan pesan Anda pada kolom komentar, salam organik, lombok Organik

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik