Salah satu kelebihan dari pupuk organik adalah, kemampuannya untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Berbanding terbalik dengan pupuk kimia, dosis pemupukan dengan pupuk organik dari tahun ke tahun berikutnya akan semakin kecil, tapi dengan hasil produksi yang semakin besar.

Sementara pupuk kimia, diperlukan dosis pupuk yang lebih tinggi untuk bisa menghasilkan panen yang sama dengan tahun sebelumnya.

Pada tulisan sebelumnya, kami pernah menjelaskan cara membuat pupuk organik cair, tapi Kelor belum kami masukkan kedalam komposisi pupuk organik tersebut. Postingannya bisa anda lihat di sini, Membuat pupuk organik cair unsur hara lengkap.

Apa Kandungan Daun Kelor?

Serbuk daun kelor yang kaya nutrisi

Untuk kesehatan, Kelor adalah sumber protein yang tinggi bagi tubuh manusia dan memiliki segudang manfaat lainnya.

Daun Kelor Sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik, berikut beberapa kandungan zat pada Kelor yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

  • Besi
  • Magnesium
  • Tembaga
  • Kalium
  • Kalsium
  • Fosfor
  • seng
  • Zeatin (Unsur dari sitokimin)

Semua unsur diatas adalah unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaham baik dalam skala besar maupun kecil.

Kalium, Magnesium, Fosfor dan kalsium adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam sekala besar (Makro), sementara besi, seng, dan tembaga tetap dibutuhkan oleh tanaman tapi dalam skala kecil (mikro).

Kandungan Zeatin merupakan zat esensial untuk tanaman, dimana unsur sitokimin ini dapat membantu merangsang pertumbuhan tanaman, terutama pada masa perkecambahan biji, dan sebagai pemasok nutrisi selama proses pembuahan.

Setelah mengetahui kandungan yang dimiliki Kelor, membuat pupuk organik dari daun kelor bisa menjadi solusi bagi para petani yang ingin migrasi dari pertanian konvensional.

Membuat Pupuk Organik Dari Daun Kelor

Proses penumbukan bahan-bahan pupuk organik cair

Kami menyarankan untuk menjadikan kelor sebagai salah satu bahan pelengkap pembuatan pupuk organik cair seperti yang pernah kami bahas pada postingan ini, membuat pupuk organik cair unsur hara lengkap.

Sehingga unsur hara pada pupuk organik yang dihasilkan bisa lebih komplit, karena beberapa unsur hara makro seperti Nitrogen dan belerang belum terdapat pada daun kelor.

Jika anda ingin membuat pupuk organik daun kelor secara khusus, anda bisa membuat pupuk dengan perbandingan 1:30, 1 takaran cairan kental daun kelor dan 30 takaran air.

Contoh, blender daun kelor sebanyak 900g + 100ml air (dengan asumsi dihasilkan 1 liter cairan kental kelor), untuk aplikasi ke tanaman, maka 1 liter cairan kental daun kelor ditambahkan dengan 30 liter air.

Untuk hasil yang lebih maksimal, cairan kental daun kelor bisa dicampur dengan urin hewan yang sudah dipermentasi, takarannya 1:1:30 (1 gelas cairan kental kelor, ditambah 1 gelas urin hewan, dan 30 gelas air). Aplikasi bisa dengan cara dikocor atau disemptrotkan.

Untuk permentasi kotoran hewan, caranya cukup mudah, 1 liter urin hewan dicampur dengan 1 tutup botol Em4 dan 2 tutup botol molase (air tetes tebu) Em4 dan molase bisa didapatkan ditoko pertanian atau peternakan.

Selanjutnya dipermentasi dengan teknik anaerob (kedap udara). Urin hewan ditaruh ditempat tertutup selama 2 sampai 3 minggu. Jangan lupa untuk membuku tutup wadah penyimpanan satu kali sehari, untuk membuang has sisa permentasi.