Penggunaan pupuk kimia pada tanaman ternyata hanya memberikan nutrisi pada tanamannya saja, sementara tanahnya tidak, bahkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia secara terus menerus, bisa merusak tanah pertanian dan lingkungan sekitarnya.

Sudah saatnya para petani hijrah ke model pertanian berkelanjutan, model pertanian yang lebih ramah lingkungan, menihilkan penggunaan bahan-bahan kimia, dan kembali menggunakan cara-cara organik.

Tulisan Terkait:

  1. Cara membuat herbisida organik
  2. Cara membuat asam amino untuk tanaman dan hewan ternak

Menaburkan abu atau arang sisa pembakaran sebagai pupuk pada tanah, merupakan model pertanian tradisonal yang sudah lama dipraktikkan.

Ternyata, pada sisa pembakaran bahan organik terdapat beberapa unsur hara yang tidak ikut menguap. Diantara unsur tersebut adalah, Fe (Besi) Mg (Magnesium) Kalium, Fosfor, Carbon, dll.

Beberapa unsur hara yang tersisa ini merupakan unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak.

Manfaat Arang Bagi Media Tanam

Mungkin Anda pernah mendengar tentang “tera preta” dari suku Amazon. Tanah tera preta ini terkenal sangat subur karna terdapat campuran arang dalam jumlah yang banyak sampai tanahnya menghitam.

Baru-baru ini, di Kalimantan diketahui terdapat kearifan lokal cara petani suku-suku pedalaman di sana menjaga tanah mereka tetap subur dengan teknik “tebang bakar” atau “tebang arang” yakni dengan menebang pohon dan tanaman berbatang kayu, kemudian dibakar dan sebelum menjadi abu, tersiram air hujan dan menjadi arang.

Cara ini terbukti mampu menyuburkan lahan pertanian mereka dalam waktu yang lebih lama.

Berikut adalah manfaat arang bagi tanah/media tanam.

  1. Menyuburkan tanah dan tanaman karena kandungan unsur hara seperti yang disebutkan di atas.
  2. Sebagai tempat untuk mikroba tanah berkembang biak dan membangun koloni.
  3. Menekan pertumbuhan patogen (bakteri merugikan) yang ada di dalam tanah.
  4. Menyerap racun yang ada di dalam tanah
  5. Meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air.
  6. Mengikat unsur hara
  7. Dan beberapa manfaat penting lainnya

Video Cara Membuat Arang dari Serbuk kayu/Bekas serutan kayu

Video cara membuat arang dari bekas serutan kayu untuk menyuburkan media tanam

Alat dan Bahan Yang Dibutuhkan

Untuk membuat arang dari serbuk kayu, alat yang dibutuhkan tidak banyak, hanya jaring kawat yang digulung seperti gulungan tikar, kemudian diikat dengan kawat agar gulungan tidak lepas.

Pastikan Anda mengikat gulungan menggunakan tali kawat, karena akan dibakar bersama serbuk kayu.

Sementara bahan yang dibutuhkan adalah bekas serutan kayu. Membuat arang dari serbuk kayu ini bagus jika disekitar Anda banyak terdapat limbah bekas serutan kayu.

Jika disekitar Anda terdapat sekam padi, lebih bagus anda membuat arang dari sekam padi tersebut, karena proses pembuatan arang dari sekam padi lebih mudah dibandingkan dengan bekas serutan kayu.

Kenapa membuat arang dari serbuk kayu lebih mudah dibandingkan dengan membuat arang dari sekam padi, karena untuk mendapatkan arang yang bagus dari bekas serutan kayu, Anda harus rajin membolak-balikkan serutan kayu tersebut agar tidak hangus terbakar dan menjadi abu.

Cara Membuat Arang Dari Serbuk Kayu

Buat lubang sedalam jari telunjuk (jika Anda membuat arang di tanah, bukan dilantai yang keras) dengan diamter selebar gulungan jaring kawat.

Kemudian masukkan jaring kawat kedalam lubang tersebut, kemudian ditimbun kembali dengan tanah atau dengan memasukkan batu kerikil kedalam jaring kawat, agar jaring kawatnya bisa berdiri tegak.

Jika anda membuat arang di lantai yang keras, gunakan batu untuk menyangga jaring kawat agar bisa berdiri.

Langkah selanjutnya, letakkan bekas serutan kayu mengelilingi jaring kawat tersebut.

Buat tumpukan serutan kayu seperti gunung, dengan gulungan jaring kawat tepat ditengahnya.

Langkah terakhir, masukkan bara api secukupnya ke dalam lubang jaring kawat. Jika setelah beberap saat tidak keluar asap, Anda bisa membuka sedikit tumpukan nekas serutan kayu, dan memeriksa apinya, tiup apinya supaya bara api menyala dan bisa membakar bekas serutan kayu, kemudian tutup kembali.

Periksa setiap 30 menit sekali, untuk memeriksa api jangan sampai terlalu besar menyala sehingga membakar serbuk kayu menjadi abu.

Setelah rata menjadi arang, siram api menggunakan air sampai benar-benar padam. Arang sudah siap dicampur dengan media tanam.

Silahkan tonton video cara membuat arang dari bekas serutan kayu di atas untuk lebih jelasnya. Sekian, semoga bermanfaat, terimakasih.