Limbah serbuk kayu sebagai alternatif pengganti plastik mulsa, kelebihannya bisa menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanah pertanian setelah mulai lapuk.

Tujuan penggunaan plastik mulsa pada pertanian diantaranya adalah sebagai media untuk menekan pertumbuhan gulma, menjaga tingkat kelembapan tanah, sehingga nutrisi pada tanah tidak cepat menguap.

Penggunaan plastik mulsa memang sangat membantu, akan tetapi setelah tidak bisa lagi digunakan, plastik ini tentu akan menjadi limbah plastik yang akan sulit sekali terurai oleh tanah.

Jika di sekitar Anda terdapat industri pertukangan, atau yang terkait dengan pengolahan kayu dan memiliki limbah serbuk kayu, saya sarankan Anda untuk memanfaatkan limbah tersebut sebagai alternatif pengganti plastik mulsa.

Di Lombok Organik, pada sebagian lahan juga telah kami terapkan penggunaan limbah serbuk kayu. Akan tetapi, tidak banyak serbuk kayu yang kami miliki, sehingga banyak kebutuhan lahan yang tidak terpenuhi, sehinga sebagian kami masih tetap menggunakan plastik mulsa.

Setelah menggunakan cukup lama, kami rasa cukup efektif sebagai bahan murah meriah pengganti plastik mulsa, berikut beberapa manfaat yang bisa kami dapatkan dari penggunaan serbuk kayu.

  • Tanaman tidak diganggu hewan ternak unggas seperti Ayam. Awalnya kami ragu, menggunakan serbuk kayu pada lahan yang tidak diberikan pagar pembatas, karena hewan unggas seperti ayam biasanya menjadi hewan pengganggu tanaman yang sangat menjengkelkan. Tapi setelah bebeberapa lama, ternyata tanah yang dilapisi dengan serbuk kayu, terbebas dari garukan kuku ayam.
  • Pertumbuhan gulma berhasil diminimalisir. Gulma juga bisa diatasi dengan melapisi tanah dengan serbuk kayu. Mempertebal lapisan serbuk kayu pada tanah bisa semakin mengurangi pertumbuhan gulma.
  • Bisa menjaga kelembapan tanah. Pada musim kemaru, serbuk kayu ini juga sangat efektif menjaga kelebapan tanah. Sehingga nutrisi pada tanah tidak mudah terbuang melalui penguapan.
  • Bisa menyuburkan tanah. Serbuk kayu mengandung beberapa unsur hara makro maupun mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Setelah pemakaian beberapa lama, lapisan terbawahnya biasanya mulai lapuk, dan otomatis akan menjadi pupuk bagi tanaman yang ditanaman disekitarnya.
  • Bisa didapatkan secara gratis. Mengehepat biaya, karena ini bisa didapatkan secara percuma, dan pada daerah tertentu, stoknya bisa sangat melimpah.
  • Lebih ramah lingkungan. Setelah serbuk kayunya mulai lapuk, bisa menjadi pupuk bagi tanah, tidak serpti plastik mulsa yang akan menjadi limbah jika tidak lagi digunakan.

Video Memanfaatkan Serbuk Kayu Sebagai alternatif pengganti plastik mulsa.

Serbuk Kayu Sebagai Campuran Media Tanam

Selain sebagai pengganti mulsa, serbuk kayu bisa kita jadikan sebagai campuran media tanam. Serbuk kayu yang bisa kita campurkan ke dalam media tanam adalah yang sudah kering, atau lebih bagus lagi kalau serbuk kayu tersebut kita jadikan arang terlebih dahulu.

Cara membuat arang dari serbuk kayu, pernah kita bahas pada tulisan sebelumnya, membuat arang dari serbuk kayu.

Serbuk kayu juga sangat bagus dicampur dalam proses pembuatan kompos, misalkan campuran kompos dari kohe, atau kompos dari bahan organik lainnya.

Kandungan unsur hara makro dan mikro pada serbuk kayu adalah N 1,33%, P 0,007%, K 0,6%, Ca 1,44%, Mg 0,2%, Fe 999 mg kg-1, Cu 3 mg kg-1, Zn 41 mg kg1, Mn 259 mg kg-1.

Dengan kandungan unsur hara ini, serbuk gergaji sering digunakan sebagai campuran untuk membuat pupuk organik cair maupun padat, atau langsung dicampurkan ke tanah jika stoknya melimpah.

Demikian tadi sekilas tentang manfaat limbah serbuk kayu sebagai alternatif menggantikan plastik mulsa, semoga bermanfaat, jika ada yang kurang atau tambahan, jangan sungkan untuk meninggalkan pesan Anda pada kolom komentar.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik