Virus kuning pada tanaman cabai, terong, dan tanaman lainnya, merupakan momok yang paling menakutkan. Serangan virus ini bisa membuat hasil panen turun drastis dan membuat para petani merugi.

Serangan virus kuning ini sebenarnya tidak menular, dalam arti tanaman tidak menularkan virus ini karena bersinggungan batang atau daun, dan tidak juga terbawa melalui benih.

Tulisan terkait.

  1. Bakteri PGPR, bakteri sahabat petani
  2. Cara membuat asam amino untuk pupuk tanaman dan hewan ternak

Kutu kebul dewasa yang menularkan virus ini ke berbagai tanaman yang dihisapnya. Kemampuan kutu kebul menghisap berbagai jenis tanaman semakin memperparah penyebaran virus kuning ini.

Sehingga dalam mengatasi virus kuning ini, para pakar pertanian menyarankan untuk mengendalikan penyebaran kutu kebul tersebut.

Tapi sangat disayangkan, pengendalian penyebaran kutu kebul masih menggunakan bahan pestisida sintesis yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya.

Cara Organik Cegah Virus Kuning

Kabar baiknya, telah banyak dilakukan studi dan penelitian ilmiah tentang cara yang lebih aman mencegah infeksi virus kuning pada tanaman.

Beberap jenis tanaman berikut, hasil ekstraknya terbukti mampu merangsang pertumbuhan gen resisten yang kebal terhadap penyakit virus kuning, tanaman tersebut adalah:

  1. Daun Bunga Pagoda
  2. Bayam Duri
  3. Daun Bunga Pukul 4

Ekstrak ketiga jenis tanaman di atas telah terbukti secara ilmiah mampu menginduksi ketahanan tanaman cabai terhadap serangan virus kuning.

Untuk bayam duri, bagian tanaman yang digunakan adalah tangkai, daun dan pucuknya, sementara untuk bunga pagoda dan bunga pukul 4, bagian yang digunakan adalah bagian daunnya.

Cara mengambil ekstraknya adalah dengan mencampur 250gram salah satu jenis dari ke-3 tanaman di atas, kemudian dicampurkan dengan 1 liter air.

Kemudian dipanaskan (dimasak) selama 3 jam. Lalu disaring dan diambil airnya saja.

Untuk aplikasi pada tanaman, gunakan perbandingan 1:10 (1 Liter air ekstrak dengan 10 liter air). Sumber yang lain mengatakan perbandingan menggunakan 1:5

Selanjutnya semprotkan pada tanaman cabai pada usia persemaian (sebelum pindah tanam) satu kali. Kemudian disemprotkan kembali setelah pindah tanam pada usia 1 minggu dan 4 minggu.

Sebagian petani mencampur ke-3 tanaman tersebut menjadi satu kemudian dipanaskan dengan air selama 3 jam. Menurut testimoni dari beberpa petani, hasilnya lebih baik.

Itu dia cara organik cegah virus kuning pada tanaman cabai, terong dan tanaman lainnya, semoga bermanfaat, silahkan dibagikan untuk turut serta mengkampanyekan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Ikuti juga update terbaru dari channel youtube Lombok Organik, video terbaru seputar tips pertanian dan peternakan organik. Salam organik

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik