Cara mudah membuat pupuk perangsang daun dari bahan-bahan organik yang ada disekeliling kita.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada dasarnya dibedakan kedalam dua fase, pertama disebut dengan fase Vegetatif, dan kedua adalah fase Generatif.

Fase Vegetatif adalah ketika tanaman mengalami pertumbuhan akar, daun dan batang, sementara fase generatif adalah fase dimana tanaman mengalami pertumbuhan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga, buah, biji dan masa dimana terjadi penebalan serabut-serabut akar.

Apakah dalam fase Vegetatif, tanaman tidak mengalami fase generatif, atau sebaliknya, ketika tanaman berada dalam fase generatif, apakah tanaman tidak mengalami fase vegetatif sama sekali?

Selama siklus hidup tanaman, kedua fase tersebut tetap terjadi secara bersamaan, akan tetapi ada fase yang lebih dominan dari fase lainnya, jadi ketika fase vegetatif, fase generatif tetap berlangsung tapi dalam jumlah yang kecil, dan begitu juga sebaliknya.

Sehingga dengan memberikan unsur hara yang sesuai pada masing-masing fase, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih maksimal.

Unsur Nitrogen sangat dibutuhkan oleh tanaman ketika berada pada fase vegetatif, unsur ini setidaknya membentuk 1 sampai 5 persen dari berat total tanaman. Sementara Unsur Fosphor (P), dan Kalium (K) dibutuhkan tanaman ketika berada pada Fase Genratif.

Jadi, untuk membuat pupuk perangsang daun, kita harus menggunakan bahan-bahan organik yang banyak mengandung unsur Nitrogen.

Berikut adalah tabel kandungan Unsur N P K pada bahan organik, sengaja saya hadirkan bahan yang banyak mengandung Unsur Nitrogen.

Pada tulisan ini, saya akan membuat pupuk perangsang daun organik yang bahan utamannya dari udang. Pada tabel di atas, terlihat bahwa kepala udang kering memiliki kandungan nitrogen yang sangat tinggi.

Alat dan Bahan

  • 4-5 Ekor Udang, sekitar 100gram (Bisa Kepala udang, atau bagian kulit dan ekor udang yang dibuang, atau bisa juga beberapa ekor udang yang masih utuh kering ataupun basah)
  • Gula Merah 50gram
  • 300ml Air Kelapa
  • EM4/MOL/POC
  • Botol/Wadah penyimpanan (permentasi anaerob)
  • Blender untuk menghaluskan bahan

Tidak harus Udang, Anda bisa memilih salah satu bahan berdasarkan tabel kandungan NPK di atas. Sebenarnya masih banyak bahan organik lainnya yang memiliki kandungan unsur N tinggi tapi tidak sempat saya masukkan ke dalam tabel tersebut.

Gula merah bisa diganti menggunakan molase, atau bisa juga menggunakan gula pasir. Jika tidak air kelapa, udang hasil blender dan gula merah yang sudah halus (ditumbuk) langsung dicampur tanpa ditambahkan air.

Cara Pembuatan

Masukkan Udang dan Air Kelapa kedalam blender, setelah benar-benar halus, campurkan dengan gula merah yang sudah dicairkan (menurut sebagian pakar, sebaiknya gula merah tidak dicairkan, hanya ditumbuk atau diiris kecil-kecil, kemudian dicampurkan kedalam pupuk)

Masukkan EM4 untuk membantu mempercepat penguraian bahan organik. Jika sebelumnya anda pernah membuat MOL, sebaiknya gunakan MOL.

Masukkan semua bahan kedalam botol penyimpanan, kemudian disimpan selama 14 hari sebelum digunakan. Pastikan membuka tutup botol penyimpanan tiap pagi atau sore hari, untuk membuang gas sisa permentasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah video cara membuat pupuk perangsang daun. Subscribe juga channel youtube lombok organik untuk video terbaru seputar pertanian dan peternakan secara organik

Pupuk Daun yang berhasil dibuat akan memiliki bau khas pupuk organik cair, bukan bau busuk. Aplikasi pada tanaman bisa dengan cara disemprotkan atau dikocor dengan takaran 50:1000 (50 ml pupuk berbanding 1000ml air), diberikan seminggu satu kali secara rutin.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik