Cabai dan tomat merupakan jenis tanaman terong-terongan yang banyak dibudidayakan oleh para petani karena kebutuhan pasar sangat tinggi terhadap kedua jenis tanaman tersebut.

Untuk menghasilkan tanaman cabai dan tomat yang subur dan berbuah lebat, perlu diberikan pemupukan yang sesuai dengan fase pertumbuhan dari tanaman tersebut.

Pada tulisan ini, akan dibahas bagaimana cara membuat pupuk perangsang buah cabai dan tomat yang sangat bagus diberikan ketika tanaman memasukan fase generatif, saat tanaman sudah mulai berbunga dan segera berbuah.

Pupuk ini bisa diaplikasikan kepada semua jenis tanaman terong-terongan, atau jenis tanaman umum lainnya, agar tanaman bisa berbuah dengan lebat dan tidak rontok.

Pupuk yang akan dibuat ini, kaya akan kandungan Kalium dan Fosfor, dua unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman ketika memasuki masa generatif, atau masa pembuahan.

Berikut adalah Video Cara Membuat Pupuk Nutrisi buah untuk tanaman cabai dan tomat

Pupuk nutrisi buah tanam cabai dan tomat

Alat dan bahan

  1. Satu kilogram buah tomat yang rusak atau busuk. Menggunakan buah yang masih bagus tidak masalah
  2. Setengah kilogram kulit pisang atau bisa diganti dengan pepaya
  3. Dua liter air kelapa
  4. Dua liter air cucian beras
  5. Gula merah 50 gram
  6. Mikrobakteri pengurai (misal: EM4) dua tutup botol
  7. Bisa menambahkan limbah buah yang lain.

Proses pembuatan.

Haluskan semua bahan, selanjutnya dicampur dan diaduk menjadi satu. Masukkan mikro bakteri pengurai, dan simpan pupuk nutrisi buahnya pada wadah yang kedap udara, agar proses feremntasi bisa berlangsung dengan baik.

Dalam 10-14 hari bisanya pupuk sudah siap digunakan. Jangan lupa untuk membuka media penyimpanan pupuk selama proses fermentasi, paling tidak satu kali dalam sehari.

Takaran yang digunakan.

Aplikasi pada tanaman bisa dengan cara dikocor ke media tanam atau disemprotkan ke daun dan batang tanaman dengan terlebih dahulu dilarutkan ke dalam air dengan perbandingan 50-100ml : 1000ml.

Aplikasi bisa satu kali dalam seminggu ketika tanaman sudah memasuki masa generatif. Sangat tidak disarankan diberikan kepada tanaman kecil yang masih dalam masa vegetatif.

Untuk video cara aplikasinya, dan bagaimana hasil tanaman yang sudah diaplikasikan pupuk ini, bisa ikuti perkembangannya di kanal youtube Lombok Organik

Demikian, semoga tulisan ini cara membuat pupuk perangsang buah cabai dan tomat ini bermanfaat, jika ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk meninggalkan pesan Anda pada kolom komentar.

Kiral

Hobi dalam dunia pertanian dan peternakan, terutama yang dilakukan secara organik. Tidak ada pendidikan formal terkait pertanian, pernah menempuh pendidikan di jurusan teknik komputer. Menjadi web designer di Sasambo Design, dan sebagai penggagas berdirinya Lombok Organik